my profile

Sabtu, 10 Maret 2012

Perkembangan antropologi kesehatan



PERKEMBANGAN
ANTROPOLOGI KESEHATAN



Nama               : Nyoman Adi Sedana
Kelas               : A5 D
NIM                : 11.321.1191


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
WIRA MEDIKA PPNI BALI
2012





BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan adalah salah satu cara pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, keinginan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap masyarakat supaya terwujudnya kesehatan yang optimal. Tetapi munculnya  penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak walaupun bisa dicegah atau dihindari.
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Di sisi lain, latar belakang budaya mempunyai pengaruh yang penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia (kepercayaan, perilaku, persepsi, emosi, bahasa, agama, ritual, struktur keluarga, diet, pakaian, sikap terhadap sakit, dll). Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat tersebut.
Antropologi juga berpandangan tentang biologis dan ekologis, sebagai kutub biologi dengan mengamati pertumbuhan dan perkembangan manusia maupun penyakit perkembangan penyakit dalam evolusi ekologis. Kajian ini didukung ilmu-ilmu lain seperti genetika, anatomi, serologi, biokimia.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.    Bagaimana hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari perkembangan antropologi kesehatan?
2.    Bagaimana perkembangan antropologi kesehatan dari sisi biological pole?
3.    Bagaimana perkembangan antropologi kesehatan dari sisi sosiocultural pole?
4.    Bagaimana perbedaan antara perkembangan antropologi kesehatan biological pole dan sosiocultural pole?
5.    Bagaimana kegunaan antropologi kesehatan?

C.     TUJUAN
1.    Untuk mengetahui hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari perkembangan antropologi kesehatan?
2.    Untuk mengetahui perkembangan antropologi kesehatan dari sisi biological pole?
3.    Untuk mengetahui perkembangan antropologi kesehatan dari sisi sosiocultural pole?
4.    Untuk mengetahui perbedaan antara perkembangan antropologi kesehatan biological pole dan sosiocultural pole?
5.    Untuk mengetahui kegunaan antropologi kesehatan?












BAB II
  PEMBAHASAN MATERI
A.    Hubungan antara social budaya dan biologi yang merupakan dasar dari perkembangan   antropologi kesehatan
Anthropologi berkaitan dengan kebudayaan dan biologi, dimana keduanya sama-sama meneliti berbagai obyek fisik kebudayaan yang tercipta baik di masa sekarang maupun di masa lampau sebagai sebuah sarana pemahaman nilai-nilai budaya.
Sejumlah sub bidang terletak multi bidang (interface) dalam berbagi divisi di atas, sebagai contoh medical anthropology sering dipandang sebagai sub bidang anthropologi social budaya ; namun banyak anthropolog yang mempelajari topic kesehatan sering harus mengambil materi keragaman biologis disamping harus memperhatikan berbagai interaksi antara budaya dan biologi
Biocultural anthropology adalah sebuah sub bidang yang digunakan untuk mendeskripsikan sintesa antara perspektif cultural dan biologi. Applied anthropology mungkin lebih sesuai jika dipandang sebagai suatu penekanan daripada sebagai sub bidang; dimana para anthropolog terapan dapat bekerja di kantor – kantor pemerintah, LSM, ataupun perusahaan swasta, menggunakan berbagai teknik dari berbagai sub bidang anthropologi untuk menyelesaikan berbagai masalah seperti : implementasi kebijakan, dampak dari suatu akses, pendidikan, riset pemasaran,ataupun pengembanganproduk.
Akhir-akhir ini banyak program anthropology programs di beberapa universitas ternama di AS telah mulai membagi anthropology menjadi dua bidang :
a.       menekankan kepada humanities, critical theory, and interprepetative atau pendekatan semantic ;
b.      menekankan pada evolutionary theory, metode kuantitative, dan pengetestan secara eksplisit (melalui deskripsi idiographic), meskipun juga terdapat penekanan kelembagaan untuk menggabungkan keduanya menjadi satu departemen..
Masalah kesehatan merupakan masalah kompleks yang merupakan resultante dari berbagai masalah lingkungan yang bersifat alamiah maupun masalah buatan manusia, social budaya, perilaku, populasi penduduk, genetika, dan sebagainya. Derajat kesehatan masyarakat yang disebut sebagai psycho socio somatic health well being , merupakan resultante dari 4 faktor(3)yaitu :
  1. Environment atau lingkungan
  2. Behaviour atau perilaku, Antara yang pertama dan kedua dihubungkan dengan ecological balance
  3. Heredity atau keturunan yang dipengaruhi oleh populasi, distribusi penduduk, dan sebagainya
  4. Health care service berupa program kesehatan yang bersifat preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif
Dari empat faktor tersebut di atas, lingkungan dan perilaku merupakan faktor yang paling besar pengaruhnya (dominan) terhadap tinggi rendahnya derajat kesehatan masyarakat.
Tingkah laku sakit, peranan sakit dan peranan pasien sangat dipengaruhi oleh faktor -faktor seperti kelas social, perbedaan suku bangsa dan budaya. Maka ancaman kesehatan yang sama (yang ditentukan secara klinis), bergantung dari variable-variabel tersebut dapat menimbulkan reaksi yang berbeda di kalangan pasien.
Misalnya dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi.
Hal ini memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu.
Contoh : penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota keluarga.
B.           Perkembangan antropologi kesehatan dari sisi biological pole
Biological or physical anthropology, berusaha untuk memahami jasad/fisik manusia melalui evolusi, kemampuan adaptasi, genetika populasi, dan primatologi (studi tentang makhuk primate / binatang yang menyerupai manusia). Sub bidang dari Anthropologi fisik ini mencakup : anthropometrics, forensic anthropology, osteology, and nutritional anthropology.
Dalam bidang biologi, antropologi kesehatan menggambarkan teknik dan penemuan ilmu-ilmu kedokteran dan variasinya, termasuk mikrobiologi, biokimia, genetik, parasitologi, patologi, nutrisi, dan epidemiologi.
Hal tersebut memungkinkan untuk menghubungkan antara perubahan biologi yang didapatkan dengan menggunakan teknik tersebut terhadap faktor-faktor sosial dan budaya di masyarakat tertentu.
Contoh: penyakit keturunan albinism di suatu daerah di Nusa Tenggara Timur ditransmisikan melalui gen resesif karena pernikahan diantara anggota keluarga.
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut:
  1. Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun.
Contoh pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
  1. Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.
  2. Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan interpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.
Beberapa ilmu yang memberikan sumbangan terhadap antropologi kesehatan, yaitu :
  1. Antropologi fisik/biologi/ragawi, Contoh : nutrisi mempengaruhi pertumbuhan, bentuk tubuh, variasi penyakit. Selain itu juga mempelajari evolusi penyakit sebagai akibat faktor budaya, migrasi dan urbanisasi.
  2. Etnomedisin, awalnya mempelajari tentang pengobatan pada masyarakat primitif atau yang masih dianggap tradisional, meski dalam perkembangan lebih lanjut stereotipe ini harus dihindari karena pengobatan tradisional tidak selamanya terbelakang atau salah.
  1. Kepribadian dan budaya, adalah observasi terhadap tingkah laku manusia di berbagai belahan dunia. Misalnya: perawatan schizophrenia di suatu daerah untuk mencari penyembuhan yang tepat dapat digunakan untuk mengevaluasi pola perawatan penyakit yang sama.
  2. Kesehatan Masyarakat, dimana beberapa program kesehatan bekerjasama dengan antropologi untuk menjelaskan hubungan antara kepercayaan dan praktek kesehatan.

C.        Perkembangan antropologi kesehatan dari sisi sosiocultural
Socio-cultural anthropology, adalah suatu investigasi yang memerlukan jangka waktu yang cukup panjang dan intensif (dengan observasi partisipan), atas budaya dan organisasi sosial dari suku bangsa tertentu khususnya tentang: bahasa, organisasi ekonomi dan politik, hukum dan resolusi konflik, pola konsumsi dan perdagangan kinship dan struktur keluarga, relasi gender, sosialisasi dan pemeliharaan anak, agama, mytologi, simbolisme, dan sebagainya. Sub bidang dari Anthropologi Budaya mencakup : Subfields and related fields include psychological anthropology, folklore, anthropology of religion, ethnic studies, cultural studies, anthropology of media and cyberspace, Social Anthropology, Politic Anthropology, study of the diffusion of social practices and cultural forms.
Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya, diantaranya :
  1. Penyakit yang berhubungan dengan kepercayaan (misfortunes)
  2. Di beberapa masyarakat misfortunes disebabkan oleh kekuatan supranatural maupun supernatural atau penyihir
  3. Kelompok healers ditemukan dengan bentuk yang berbeda di setiap kelompok masyarakat
  4. Healers mempunyai peranan sebagai penyembuh
  5. Adapun perhatian terhadap suatu keberadaan sakit atau penyakit tidak secara individual, terutama illness dan sickness pada keluarga ataupun masyarakat.

D.          Beda antara perkembangan antropologi kesehatan biological pole dan sosiocultural pole
Perbedaan antara perkembangan antropologi kesehatan biological pole dan sosiocultural  pole, adalah :
Menurut Foster/Anderson, Antropologi Kesehatan mengkaji masalah-masalah kesehatan dan penyakit dari dua kutub yang berbeda yaitu kutub biologi dan kutub sosial budaya.
Pokok perhatian kutub biologi:
- Pertumbuhan dan perkembangan manusia
- Peranan penyakit dalam evolusi manusia
- Paleopatologi (studi mengenai penyakit-penyakit purba)
Pokok perhatian kutub sosial-budaya :
- Sistem medis tradisional (etnomedisin)
- Masalah petugas-petugas kesehatan dan persiapan profesional mereka
- Tingkah laku sakit
- Hubungan antara dokter pasien
- Dinamika dari usaha memperkenalkan pelayanan kesehatan barat kepada masyarakat      tradisional.

E.        Kegunaan antropologi kesehatan
Antropologi mempunyai pandangan tentang pentingnya pendekatan budaya. Budaya merupakan pedoman individual sebagai anggota masyarakat dan bagaimana cara memandang dunia, bagaimana mengungkapkan emosionalnya, dan bagaimana berhubungan dengan orang lain, kekuatan supernatural atau Tuhan serta lingkungan alamnya. Budaya itu sendiri diturunkan dari suatu generasi ke generasi selanjutnya dengan cara menggunakan simbol, bahasa, seni, dan ritual yang dilakukan dalam perwujudn kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, hal-hal tersebut tentunya akan mempengaruhi status kesehatan masyarakat dan pola pelayanan kesehatan yang ada di masyarakat .
Secara umum, antropologi kesehatan senantiasa memberikan sumbangan pada ilmu kesehatan lain sebagai berikut :
a.       Memberikan suatu cara untuk memandang masyarakat secara keseluruhan termasuk individunya. Dimana cara pandang yang tepat akan mampu untuk memberikan kontribusi yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan suatu masyarakat dengan tetap bertumpu pada akar kepribadian masyarakat yang membangun. Contoh ; pendekatan sistem, holistik, emik, relativisme yang menjadi dasar pemikiran antropologi dapat digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah dan mengembangkan situasi masyarakat menjadi lebih baik.
b.      Memberikan suatu model yang secara operasional berguna untuk menguraikan proses sosial budaya bidang kesehatan.Memang tidak secara tepat meramalkan perilaku individu dan masyarakatnya, tetapi secara tepat bisa memberikan kemungkinan luasnya pilihan yang akan dilakukan bila masyarakat berada pada situasi yang baru.
c.       Sumbangan terhadap metode penelitian dan hasil penelitian. Baik dalam merumuskan suatu pendekatan yang tepat maupun membantu analisis dan iterpretasi hasil tentang suatu kondisi yang ada di masyarakat.







BAB III
PENUTUP
A.        Kesimpulan
Anthropologi berkaitan dengan kebudayaan dan biologi, dimana keduanya sama-sama meneliti berbagai obyek fisik kebudayaan yang tercipta baik di masa sekarang maupun di masa lampau sebagai sebuah sarana pemahaman nilai-nilai budaya.
antropologi juga memiliki pandangan penting terhadap budaya dan social. Antropologi kesehatan membantu mempelajari sosio-kultural dari semua masyarakat yang berhubungan dengan sakit dan sehat sebagai pusat dari budaya.
B.        Saran
Setelah membaca makalah ini,saya berharap pembaca lebih mendapatkan pengetahuan tentang perkembangan antropologi kesehatan, sehingga pembaca mendapatka pengetahuan tentang cara-cara meningkatkan derajat kesehatan.






DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar